Lepas Indonesia Bangkit, Indonesia Ber-Qurban, H.A. Daniel Chardin: Hari Raya Idul Adha, Ajarkan Keikhlasan, Berbagi Buat Sesama


 

Jakarta  ||  Semangat Kebangkitan Nasional ditandai sebagai momentum kekuatan bathin, tersarang kokoh seberkas cahaya hati, murni, tulus, mengalir ke jiwa-jiwa se-frekwensi bersatu dalam memperbaiki negeri, agar kedepannya, tidak gelap. 

"Bangkitlah Indonesia, biarlah cahaya hati mengalir deras agar tiada lagi kegelapan! Dan jangan biarkan Indonesia gelap! Selamat Memperingati Hari Kebangkitan Nasional," ungkap Mayjen TNI (Purn) H. Achmad Daniel Chardin, S.E., M.Si., melalui sambungan seluler, kepada wartawan, JURNALIS TEAM SERGAP INDONESIA.OR.ID, saat take off untuk melaksanakan rukun Islam kelima, menunaikan Ibadah Haji, sambil berpesan, rilis Idul Adha, akan segera dishare, Jakarta 20 Mei 2026. 

Mantan Pangdam I/BB ini juga, mengambil makna kebangkitan, serius bangkit dari inkonsistensi Ketum atas Putusan Munas, AD/ART dan Peraturan Organisasi Partai Berkarya. Terhadap inkonsistensi, sikap tegas A. Daniel Chardin telah bulat sehingga diputuskanlah, yakni secara resmi dan sesuai mekanisme organisasi partai, mengajukan pengunduran diri sebagai Anggota dan sebagai Ketua DPD. Begitu juga dengan kepengurusan di 33 provinsi lainnya, bersama mantan sekjen berkarya, sepakat mundur. 

"Dan atas izin, rahmat Allah S.W.T, kiranya masih diberi kebangkitan, bangkit sebagai anak bangsa yang peduli akan bangsanya sendiri, bersepakat membentuk dan mendirikan rumah bagi rakyat, untuk berkeluh dan berkesah, dalam menghadapi persoalan bangsa yang akhir akhir ini sangat diperlukan persatuan yang benar-benar berdaulat demi tegaknya terus bangsa ini, dan tanpa persatuan yang kokoh, bangsa ini tidak akan bisa menentukan nasibnya sendiri," ungkap Ketua DPD Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (PEPABRI) Sumatera Utara. 

Kekuatan yang hakiki, dibangun berdasarkan kebangkitan nasional yang tidak akan dibiarkan tumbuh sia sia oleh pemilik nama yang akrab disapa Daniel. Dan, Daniel mewujud nyatakan kebangkitan sebagai implementasi pengabdian warganegara terhadap negara dan mempersembahkan bakti diri, jiwa dan raga untuk kemajuan negeri, agar tidak gelap, rakyat sejahtera, adil dan makmur. 

Maka untuk itu, Mayjen TNI (Purn) H. Achmad Daniel Chardin, S.E., M.Si, bersama, Prof. Dr. H. Irmanjaya Thaher, S.H., M.H., founder berdirinya Partai Parindra, yang telah dideklarasikan pada tanggal 16 Januari 2026, dan Juni 2026 mendatang, Partai Parindra ini akan menggelar Munas Perdana. 

"Usai sudah pengabdian terhadap partai lama, kini sepenuhnya fokus ke Parindra, Parindra adalah rumah baru bagi rakyat, rakyat yang jiwanya terpanggil akan tanggung jawab atas keberlangsungan nasib negara ini, dari sekarang berpartisipasi lah, mari ikutserta dalam membangun negara ini, peduli lah akan nasib bangsa ini, yang belakangan ini sangat dipertaruhkan, apakah gelap atau maju. Jangan simpan air mata, wahai pemuda-pemuda tangguh, ksatria yang cerdas bertalenta, jangan biarkan negara ini tercabik cabik, bersatulah, menangkanlah cita cita pendahulu kita yang memerdekakan negara ini," tegas Daniel dengan semangat berapi-api dalam membangkitkan semangat para pemuda untuk berjuang bersama Parindra. 


Adapun Parindra dengan lambang "burung elang", makna dan filosofinya, adalah, kebebasan dan kemandirian, memiliki visi yang tinggi, kekuatan dan ketahanan menghadapi tantangan dan bertahan dalam berbagai situasi, serta aspirasi rakyat, dengan arti, kedekatan dengan rakyat. Partai yang berakar pada kebutuhan dan harapan rakyat akan dapat membangun fondasi yang kuat untuk berkontribusi. 

Disamping makna dan filosofi, Parindra juga memiliki visi dan misi yang kuat dalam bagaimana mensejahterakan rakyat melalui kesejahteraan sosial dan ekonomi serta bagaimana untuk kemajuan bangsa. 

"Partai Indonesia Raya ini, atau singkatnya Parindra, sebelum kemerdekaan sudah ada, namun tidak tercatat di administrasi komisi pemilihan umum (KPU). Semasa itu Parindra membawa visi dan misi, yang berfokus pada upaya memperkuat persatuan, memperjuangkan kemerdekaan melalui jalur kooperatif, dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi serta sosial rakyat," papar Daniel. 

Sementara, lanjut Daniel, Parindra yang sekarang juga memiliki visi misi yang tidak jauh dari visi misi Parindra masa sebelum Indonesia merdeka, yakni, sebagai Visi, Kesejahteraan sosial dan ekonomi, lebih diprioritaskan, dimana hal itu untuk meningkatkan taraf kesejahteraan ekonomi dan sosial seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan suku, agama, atau latar belakang. Kemudian, Kemajuan Bangsa, dimana Parindra ikut serta dalam memajukan persatuan dan semangat kebangsaan untuk mencapai bangsa Indonesia yang maju, mandiri, dan berdaulat. 

"Dalam Misi Parindra, jelas, yang Pertama, yakni terkait Penguatan Ekonomi Rakyat, disini Parindra membuka dan menggerakkan sektor ekonomi akar rumput, salah satunya melalui pembentukan dan pengembangan koperasi. Kedua, Perjuangan Politik, dalam hal ini Parindra melakukan kegiatan politik kooperatif untuk memperoleh hak-hak politik penuh bagi rakyat dalam sistem pemerintahan yang demokratis. Dan yang Ketiga, Menekankan Pendidikan dan Sosial, ini salah satu untuk membangun sumber daya manusia melalui penyediaan fasilitas pendidikan dasar dan baca tulis, serta menggalang dana sosial untuk membantu masyarakat yang kurang mampu," urainya. 

Disamping visi misi, ujarnya, Parindra juga memiliki Ideologi, yakni IDEOLOGI PARINDRA. Ideologi Parindra berdasarkan: 1. Nasionalisme Persatuan (National Unity), dimana Parindra menempatkan persatuan bangsa sebagai fondasi utama, melampaui sekat identitas, golongan, dan kepentingan sempit. Negara dipandang sebagai rumah bersama yang harus dijaga keutuhannya. 

2. Kerakyatan dan Keadilan Sosial (Social Justice Orientation), yang mana Politik diarahkan untuk membela kepentingan rakyat luas, terutama kelompok rentan (guru honorer, pekerja, UMKM). Negara wajib hadir untuk mengoreksi ketimpangan. 3. Negara Hukum yang Berkeadilan (Rechtstaat Substantif), dimana Hukum tidak hanya formal, tetapi harus adil, tidak diskriminatif, dan tidak menjadi alat kekuasaan (anti machtsstaat). 

4. Kemandirian Nasional (Economic Nationalism), Menolak ketergantungan berlebihan pada kekuatan asing, dengan fokus pada kedaulatan ekonomi, industri nasional, dan penguatan SDM. 5. Demokrasi Partisipatif dan Bersih (Clean & Participatory Democracy), Politik harus terbuka, akuntabel, dan memberi ruang besar bagi generasi muda serta masyarakat untuk terlibat aktif. 6. Progresivitas dan Pembaruan (Reform-Oriented Politics), Sebagai partai baru PARINDRA membawa semangat perubahan, keluar dari pola lama politik elitis menuju politik yang solutif dan responsif. 

"Untuk itu, dalam melengkapi hal itu, Parindra dalam Aksi Nyata nya, berpeluang memprioritaskan, Bidang Hukum dan Tata Negara (Reformasi Politik), dengan menginisiasi Gerakan Politik Bersih Parindra (kode etik internal + transparansi keuangan partai). Mendorong revisi regulasi untuk, penguatan negara hukum rechtstaat substansial), pembatasan praktik politik uang, membentuk Tim Advokasi Rakyat (legal aid gratis untuk masyarakat kecil)," tambahnya. 

Begitu juga bidang Ekonomi Rakyat, masih kata Daniel, program ini, program "1 Desa 10 UMKM Naik Kelas", (pendampingan, akses permodalan, digitalisasi), membentuk Koperasi Parindra berbasis komunitas, pelatihan wirausaha muda (digital, kreatif, dan berbasis lokal). Bidang Pendidikan dan SDM, kita mengangkat program Advokasi, pengangkatan Guru Honorer menjadi ASN/PPPK, beasiswa kader muda dan pelatihan kepemimpinan, workshop keterampilan praktis (AI, digital skill, hukum praktis). Bidang Generasi Muda dan Partisipasi Politik, bidang ini membentuk Parindra Youth Leadership Program, 30-40% kepengurusan diisi anak muda, forum aspirasi digital (aplikasi/website untuk menampung suara rakyat). Sementara Bidang Sosial dan Kesejahteraan, membidangi program Bantuan Langsung Berbasis Komunitas (bukan seremonial), klinik hukum, klinik UMKM, dan edukasi masyarakat, respons cepat terhadap isu rakyat (harga, PHK, dll). 

"Kemudian Bidang Organisasi dan Internal Partai, kita mengadakan rekrutmen terbuka berbasis merit (bukan nepotisme), pendidikan kader wajib (ideologi, hukum, kepemimpinan), sistem evaluasi kinerja pengurus secara berkala, dan terakhir Bidang Komunikasi dan Kepercayaan Publik, bidang ini membutuhkan transparansi program dan keuangan (laporan berkala), konten edukatif (bukan hanya kampanye), disini respon cepat terhadap isu publik," sebutnya. 

Persiapan-persiapan Parindra untuk berlayar di 2029, sambungnya, telah dipersiapkan secara matang dan terukur, Founder Parindra akan mencermati setiap syarat administrasi menuju Sipol KPU untuk diverifikasi. Begitu juga dengan Sosmed Parindra, saat ini sudah ada 6 wilayah daerah yang sudah aktif di sosmed dan sudah bisa bergabung untuk dilike, follow dan share. Berikut Sosmed Parindra yang aktif, "Ayo, di klik aja Parindra, akan keluar sosmed Parindra yang telah aktif," ajaknya. 


Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Parindra, Mayjen TNI (Purn) H. Achmad Daniel Chardin, S.E., M.Si., mengungkapkan isi hatinya, dengan Do'a dan Dukungan rakyat Indonesia sepenuhnya, Parindra diizinkan berlayar, berlabuh dan memenangkan hati rakyat dan dengan hati yang tulus ikhlas, rakyat dapat memilih Parindra sebagai pilihannya, sehingga Parindra lolos di Pemilu 2029, dengan bergandengan tangan dan solid, pembangunan negeri ini dapat berjalan lancar, dengan semboyan, bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. 

"Doa dan harapan rakyat Indonesia menaungi Parindra, Pasti Menang!" harapnya, dan semoga Allah S.W.T menjaga, melindungi dan mensukseskan Parindra agar diterima di hati rakyat Indonesia. 

Momen Hari Kebangkitan Nasional yang setiap tahun diperingati, jatuh pada hari Rabu, 20 Mei 2026, berdekatan dengan Hari Raya Idul Adha 1447 H, Rabu, 27 Mei 2026. Jadi maknanya, lepas Indonesia Bangkit, Indonesia ber-Qurban. Makna dari dua hari besar ini sangat berdekatan, menandakan bahwa adapun kebangkitan yang kita mulai di tahun ini untuk mengemban amanah rakyat, akan terkabul apabila kita ber-Qurban dan melaksanakan ibadah rukun Islam yang kelima, dengan menunaikan Ibadah Haji, dan ber- Qurban, semoga apa yang direncanakan dan yang dicita-citakan terkabul dan tercapai. 

"Kebangkitan ini, kita jadikan semangat dalam kesiapan mengemban amanah rakyat, dan di bulan yang sama ini juga, kita merayakan Hari Raya Qurban, sebaiknya kita ber-qurban. Hari Raya Qurban ajarkan keikhlasan, dan berbagi buat sesama. Adapun Qurban yang dibagi, diantaranya, 9 ekor kambing untuk Masjid dan Ponpes di sekitar Binjai, Medan, Jakarta dan Bojonegoro, Jawa Timur," tutupnya, Mekkah, 25 Mei 2026. 


[jtsi.or.id fines


Share on Google Plus

About GROUP MEDIA KOMPAS7

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Posting Komentar